Mampukah PJHB naik 76,5% ke Rp330
dalam 43 hari bursa sebelum warannya berakhir?
PJHB ditutup Rp187, masih 76,5% di bawah harga exercise warannya. Kami menguji apakah saham ini realistis mengejar Rp330 sebelum 5 November dengan membaca fase harga, volume jumbo, insider activity, dilusi, dan fundamental.
Penutupan 4 September 2026 · exercise berakhir 5 November 2026 · sumber data Prolev
Mungkin secara matematis, tetapi probabilitasnya rendah tanpa katalis material baru. PJHB harus tumbuh majemuk sekitar 1,33% pada setiap hari bursa, menembus Rp200, menyerap suplai di Rp220, lalu membangun tren baru. Harga exercise bukan magnet yang otomatis menarik harga saham.
Jarak Rp143 harus ditutup dalam dua bulan
Waran baru ekonomis dieksekusi jika saham berada di atas Rp330 setelah memperhitungkan harga beli waran dan biaya transaksi.
Dihitung dari 5 September sampai hari terakhir exercise pada 5 November 2026. Perdagangan reguler dan negosiasi waran berakhir lebih awal pada 2 November.
Estimasi kenaikan majemuk yang diperlukan selama sekitar 43 hari bursa untuk membawa harga dari Rp187 menjadi Rp330.
Pulih dari Rp134, belum membentuk jalur ke Rp330
Struktur tiga bulan telah berubah menjadi bullish-konsolidatif, tetapi puncak Rp220 masih jauh di bawah harga exercise.
Kapitulasi & dasar
Tekanan jual mereda setelah harga menyentuh area terendah. Ini menjadi fondasi pemulihan tiga bulan berikutnya.
Akumulasi awal
Rentang menyempit dan volume lebih terkendali. Harga mulai membentuk dasar yang lebih stabil.
Markup pertama
Volume 9 Juli mencapai 24,40 juta saham dan minat meningkat bersamaan dengan narasi ekspansi armada.
Koreksi & absorpsi
Harga terkoreksi, tetapi tidak kembali ke dasar Juni. Suplai diserap di area yang lebih tinggi.
Tren naik teratur
Kenaikan berlangsung lebih rapi sebelum ledakan volume pada pekan berikutnya.
Klimaks volume
Volume 58,32 juta saham diikuti ekor atas panjang dan koreksi tajam—indikasi distribusi jangka pendek.
Konsolidasi ulang
Harga bertahan di area yang lebih tinggi, tetapi belum mengonfirmasi breakout menuju Rp220.
Rp220 memunculkan suplai paling keras
Lonjakan 24 Agustus membawa harga ke Rp220, tetapi penutupan turun ke Rp192. Dua hari kemudian harga kembali ke Rp179.
| Tanggal | Open | High | Low | Close | Volume | Perubahan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 9 Jul | 155 | 194 | 154 | 166 | 24,40 Jt | +7,1% |
| 23 Jul | 172 | 190 | 172 | 179 | 13,34 Jt | +4,7% |
| 29 Jul | 165 | 177 | 161 | 161 | 6,61 Jt | −3,0% |
| 4 Agu | 168 | 177 | 168 | 171 | 5,19 Jt | +1,8% |
| 24 Agu | 195 | 220 | 191 | 192 | 58,32 Jt | +7,3% |
| 26 Agu | 190 | 190 | 178 | 179 | 7,90 Jt | −6,8% |
| 27 Agu | 178 | 186 | 176 | 184 | 2,66 Jt | +2,8% |
| 4 Sep | 188 | 189 | 186 | 187 | 2,70 Jt | 0,0% |
Tabel menampilkan bar penting. Pada 4 September, O/H/L/C berada di Rp188/Rp189/Rp186/Rp187 dengan volume 2,70 juta saham.
58,32 juta saham berpindah. Crossing belum terbukti.
Volume 24 Agustus setara sekitar 3,0% saham beredar dengan estimasi nilai transaksi Rp11,5 miliar. Namun volume harian tidak menunjukkan pasar tempat transaksi terjadi.
Ada lonjakan volume abnormal, harga menyentuh Rp220, dan muncul ekor atas panjang yang menunjukkan suplai kuat.
Tanpa rincian pasar negosiasi dan broker yang terverifikasi, transaksi tersebut tidak dapat disebut crossing jumbo.
BEI meminta penjelasan dan perseroan menyatakan tidak mempunyai informasi atau fakta material yang belum diumumkan yang dapat memengaruhi harga.
Tidak ada insider buy baru yang terverifikasi
Penelusuran periode 5 Juni–4 September tidak menemukan pembelian baru oleh direksi, komisaris, atau pengendali. Kepemilikan pemegang utama pada laporan Juni relatif tetap.
Jika seluruh 240 juta waran dilaksanakan pada Rp330, perseroan berpotensi menerima modal kerja baru.
Saham bertambah dari 1,92 miliar menjadi 2,16 miliar. Pemegang lama yang tidak menambah saham akan terdilusi sekitar 11,11%.
Pada Rp187, waran masih out of the money sebesar Rp143. Risiko dilusi penuh belum menjadi tekanan langsung dan baru relevan bila saham mendekati Rp330.
Harga exercise bukan janji target
| Temuan | Status |
|---|---|
| Penutupan 4 September 2026 berada di Rp187 | FAKTA DATA |
| Exercise PJHB-W Rp330 berakhir 5 November 2026 | FAKTA RESMI |
| PJHB perlu naik 76,5% dalam sekitar 43 hari bursa | HASIL HITUNG |
| Volume 24 Agustus mencapai 58,32 juta saham | FAKTA DATA |
| Volume jumbo tersebut merupakan crossing pasar negosiasi | BELUM TERVERIFIKASI |
| Ada insider buying baru selama periode 5 Juni–4 September | BELUM DITEMUKAN |
| Harga exercise akan otomatis menarik saham menuju Rp330 | ASUMSI KELIRU |
Pemulihan laba menguatkan tren, bukan target Rp330
Semester I 2026 memberikan alasan fundamental bagi pemulihan harga dari dasar Juni.
Pendapatan semester I naik menjadi Rp34,38 miliar, sementara laba kotor tumbuh 37,47% menjadi Rp12,19 miliar.
Laba bersih mencapai Rp8,63 miliar. Pertumbuhan ini kuat, tetapi pasar masih perlu menguji keberlanjutannya.
Perseroan merencanakan tambahan tiga kapal pada 2026 dan dua kapal pada 2028, dari lima menuju sepuluh kapal.
Pembangunan kapal membutuhkan waktu, modal, utilisasi, dan kontrak. Manfaatnya tidak harus tercermin penuh sebelum November.
Rp200–Rp220 lebih rasional
Setiap target baru valid setelah resistensi sebelumnya ditembus dengan volume dan penutupan yang sehat.
| Skenario | Target | Potensi | Syarat | Penilaian |
|---|---|---|---|---|
| Konservatif | Rp200 | +7,0% | Bertahan di Rp182–Rp185 dan menembus Rp195 | REALISTIS |
| Moderat | Rp220 | +17,6% | Breakout Rp200 dengan volume dan menyerap suplai 24 Agustus | MASUK AKAL |
| Agresif | Rp250 | +33,7% | Bertahan di atas Rp220 disertai katalis baru | SPEKULATIF |
| Exercise | Rp330 | +76,5% | Breakout beruntun, volume kuat, dan fakta material baru | PROBABILITAS RENDAH |
Support dekat Rp182–Rp185; support penting Rp170–Rp175; support mayor Rp160–Rp165. Resistance pertama Rp195–Rp200 dan resistance utama Rp220.
Mungkin secara harga.
Tidak layak menjadi skenario utama.
PJHB telah pulih hampir 40% dari dasar Juni dan kinerja semester I bertumbuh kuat. Namun, mengejar Rp330 membutuhkan kenaikan 76,5% dalam sekitar 43 sesi sekaligus menembus beberapa lapis suplai. Target yang lebih rasional sampai akhir masa exercise adalah Rp200–Rp220. Rp250 menjadi skenario agresif hanya setelah Rp220 ditembus. Rp330 tetap merupakan skenario ekstrem berprobabilitas rendah.
Apa yang kami periksa
- DATA PROLEVOCLHV dan pemetaan fase PJHB · 5 Juni–4 September 2026 ↗
- HARGAStockAnalysis/S&P Global · histori harga PJHB ↗
- WARANKSEI · PJHB-W, harga exercise dan tanggal jatuh tempo ↗
- PROSPEKTUSe-IPO · struktur, jadwal, dan potensi dana waran PJHB ↗
- KETERBUKAANBEI · jawaban perseroan tanggal 28 Agustus 2026 ↗
- KINERJA 1H26TopBusiness · pendapatan dan laba semester I 2026 ↗
OCLHV menggunakan data Prolev dan histori S&P Global sampai 4 September 2026. Pernyataan “belum ditemukan” dan “belum terverifikasi” berlaku pada sumber serta periode yang diperiksa. Analisis ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham maupun waran.