BRIEFING SORE PROLEV

IHSG jatuh 1,51%.
Harga Rp1 mengubah peta top gainers.

Kami melakukan screening seluruh saham BEI dan memetakan 21 emiten naik lebih dari 10%. Hari pertama aturan harga minimum baru membuat daftar papan khusus berbeda dari penyaring reguler.

21SAHAM TERPETAKAN
−1,51%IHSG
TAMU+34,62%
554SAHAM MELEMAH
BRIEFING IHSG 28 SEPTEMBER 2026

IHSG ditutup turun 94,03 poin atau 1,51% ke 6.147,86. Breadth sangat negatif: 192 saham menguat, 554 melemah, dan 217 stagnan. Volume mencapai 34,27 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,36 triliun. Sembilan dari 11 sektor turun; teknologi menjadi yang terlemah dengan koreksi 4,46%, disusul bahan baku 3,33% dan konsumer siklikal 3,04%. Arus asing penutupan yang konsisten lintas sumber belum tersedia sehingga tidak kami paksakan.

01 / HASIL SCREENING

Peta Kenaikan 28 September 2026

Papan khusus dan pasar reguler kami tandai terpisah karena struktur perdagangan berubah pada sesi ini.

EmitenCloseNaikFeedMA10MA20MA50MA100MA200
TAMURp35+34,62%Papan khusus—————
BLTARp43+34,38%Papan khusus—————
MIRARp32+33,33%Papan khusus—————
PBRXRp32+33,33%Papan khusus—————
PPRORp20+33,33%Papan khusus—————
VIVARp8+33,33%Papan khusus—————
ANDIRp29+31,82%Papan khusus—————
BEKSRp29+31,82%Papan khusus—————
TAXIRp9+28,57%Papan khusus—————
BTEKRp14+27,27%Papan khusus—————
IFSHRp1.250+25,00%Reguler—————
SEMARp330+25,00%Reguler—————
BSWDRp1.855+24,92%Reguler—————
SOSSRp1.110+24,72%Reguler—————
SONARp2.980+24,69%Reguler—————
BIKERp1.505+24,38%Reguler—————
ELTYRp37+23,33%Papan khusus—————
WMPPRp33+22,22%Papan khusus—————
UVCRRp234+17,00%Reguler—————
SMMTRp3.500+11,82%Reguler—————
RSCHRp494+10,27%Reguler—————

Validasi: IDXChannel mengonfirmasi 10 pemimpin papan khusus; TradingView dan Pluang memvalidasi kelompok reguler serta beberapa saham transisi. Karena cakupan papan antarsumber berbeda pada hari pertama aturan baru, angka 21 adalah himpunan gabungan yang kami petakan—bukan klaim bahwa satu feed tunggal menangkap seluruh pasar. MA10–MA200 tidak ditampilkan karena seri OHLCV pascapenyesuaian belum dapat diverifikasi seragam.

02 / INVESTIGASI

Aturan Rp1 menjadi katalis pasar paling terukur

Lonjakan harga nominal rendah perlu dibaca bersama perubahan mekanisme, bukan langsung dianggap perbaikan fundamental.

01
PPKFakta regulasi

Harga minimum turun dari Rp50 menjadi Rp1

Fakta: perubahan Peraturan I-X dan II-X berlaku 28 September. Saham yang sebelumnya tertahan di Rp50 memperoleh ruang price discovery lebih luas. Inferensi: kenaikan TAMU, BLTA, MIRA, PBRX, PPRO, VIVA, ANDI, BEKS, TAXI, dan BTEK terutama harus dibaca sebagai repricing pada rezim baru. Persentase besar dari basis harga sangat rendah tidak otomatis menandakan nilai fundamental bertambah sebanding.

02
SEMADisuspensi dibuka

Kembali diperdagangkan, lalu menyentuh batas kenaikan

Fakta: BEI membuka kembali perdagangan SEMA pada 28 September; saham ditutup Rp330 atau naik 25%. Inferensi: reopening menjelaskan kembalinya likuiditas, tetapi bukan bukti katalis fundamental baru. Riwayat kenaikan tajam sebelum suspensi justru memperbesar risiko volatilitas.

03
IFSHVolume abnormal

Pertumbuhan laba memberi konteks, bukan berita sesi yang sama

Fakta: IFSH ditutup Rp1.250, naik 25%, dengan volume relatif sekitar 11,7 kali. Data TradingView menunjukkan pertumbuhan EPS terdilusi TTM 131,8%. Inferensi: fundamental memberi konteks lebih baik dibanding banyak gainer lain, tetapi kami belum menemukan keterbukaan baru pada 28 September yang cukup untuk menyimpulkan sebab langsung.

04
BSWDLikuiditas tipis

Persentase tinggi dengan volume absolut kecil

Fakta: BSWD naik 24,92% ke Rp1.855 dengan volume sekitar 9.300 saham, meski volume relatif tinggi. Inferensi: order book tipis dapat memperbesar perubahan harga; kenaikan ini belum cukup untuk disebut rerating fundamental.

03 / ZONA TANPA KATALIS JELAS

SONA, SOSS, BIKE, ELTY, WMPP, UVCR, SMMT, dan RSCH

Fakta

Seluruhnya ditutup naik lebih dari 10% pada setidaknya satu feed pascapenutupan.

Isu/rumor

Kami belum menemukan keterbukaan bertanggal 28 September yang sebanding dengan skala kenaikannya.

Inferensi

Momentum, likuiditas, dan perpindahan papan lebih dominan daripada katalis fundamental baru yang sudah terkonfirmasi.

KESIMPULAN PROLEV

Sesi pertama aturan Rp1 menciptakan lonjakan persentase besar di lapis harga rendah, sementara pasar luas justru melemah tajam.

Katalis paling jelas berasal dari perubahan mekanisme BEI, bukan berita individual emiten. SEMA membawa peristiwa perdagangan yang terkonfirmasi, IFSH memiliki konteks fundamental relatif lebih baik, sedangkan sebagian besar saham lain masih berada di zona momentum tanpa katalis baru yang memadai.

01ATURAN Rp102SEMA03IFSH04BSWD
SUMBER & METODOLOGI

Bagaimana kami menyusun edisi ini

  1. Penutupan IHSG, breadth, sektor, transaksiIDXChannel · 28 September 2026 ↗
  2. Top gainers papan khususIDXChannel · 28 September 2026 ↗
  3. Penyaring saham regulerTradingView · 28 September 2026 ↗
  4. Validasi lintas feed dan IHSGPluang · 28 September 2026 ↗
  5. Aturan harga minimum Rp1IDXChannel · 27 September 2026 ↗
  6. Pembukaan kembali SEMA dan SMLEBCA Sekuritas · 28 September 2026 ↗

Kami menggabungkan penyaring reguler dan daftar papan khusus, memvalidasi harga lintas sumber, lalu menelusuri berita dan aturan Bursa. Fakta, isu, dan inferensi dipisahkan. Materi ini bukan rekomendasi membeli atau menjual efek.