12 saham naik di atas 10%.
Tiga punya dasar fundamental yang dapat diukur.
Kami melakukan screening terhadap saham yang ditutup naik lebih dari 10% pada 2 September 2026. Kami kemudian menginvestigasi laporan keuangan, aksi korporasi, keterbukaan, dan berita untuk membedakan katalis nyata dari momentum harga.
Data perdagangan: Rabu, 2 September 2026 · Snapshot setelah penutupan
IHSG ditutup di 6.588,79, turun 11,15 poin atau 0,17%, setelah bergerak di rentang 6.561,00–6.629,54. Tekanan regional datang dari kenaikan yield obligasi AS dan minyak akibat eskalasi AS–Iran. Angka breadth, sektor final, nilai transaksi, dan arus asing belum konsisten antarsumber publik saat edisi disusun; kami tidak menggunakan angka sesi I seolah-olah data penutupan.
Peta Kenaikan 2 September 2026
Kriteria: penutupan naik lebih dari 10% dibanding penutupan sebelumnya. Harga telah diperiksa pada sumber publik pascapenutupan; PTSP juga tervalidasi pada IDNFinancials.
| Emiten | Close | Naik | MA10 | MA20 | MA50 | MA100 | MA200 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| SAPX | Rp270 | +25,00% | — | — | — | — | — |
| OPSI | Rp975 | +25,00% | — | — | — | — | — |
| PTSP | Rp1.415 | +24,67% | — | — | — | — | — |
| BELI | Rp400 | +22,70% | — | — | — | — | — |
| BWPT | Rp132 | +21,10% | — | — | — | — | — |
| SQMI | Rp100 | +17,65% | — | — | — | — | — |
| ASLI | Rp370 | +16,35% | — | — | — | — | — |
| FIMP | Rp450 | +15,38% | — | — | — | — | — |
| TNCA | Rp189 | +13,86% | — | — | — | — | — |
| JAYA | Rp152 | +12,59% | — | — | — | — | — |
| BSIM | Rp1.225 | +11,36% | — | — | — | — | — |
| BTEK | Rp10 | +11,11% | — | — | — | — | — |
Catatan MA: data OHLCV historis yang seragam untuk seluruh 12 emiten belum tersedia dari sumber publik yang dapat kami validasi saat penerbitan. Karena itu nilai dan jarak MA10/20/50/100/200 tidak kami reka. Tanda “—” berarti belum terverifikasi, bukan berarti harga berada di bawah MA.
Apa yang menggerakkan harga 2 September?
Katalis dinilai dari kekuatan bukti, kebaruan informasi, dan relevansinya terhadap laba atau arus kas.
Pendapatan tumbuh 55%, tetapi kerugian belum hilang
BELI melaporkan pendapatan neto semester I 2026 sebesar Rp14,8 triliun, tumbuh sekitar 55% secara tahunan. Laju pertumbuhan dan penyempitan rugi memberi dasar fundamental paling konkret, tetapi kenaikan harian 22,70% tetap jauh lebih cepat daripada perubahan informasi terbaru. Kami menilai laporan kinerja sebagai fakta; kaitannya dengan lonjakan hari ini sebagai inferensi.
Laba naik 16% dan neraca membaik
Pendapatan semester I 2026 naik 17% menjadi Rp3,26 triliun dan laba meningkat 16% menjadi Rp215,08 miliar. Pelunasan sukuk dengan kas internal memperkuat kualitas neraca. Kenaikan harga minyak sawit dan rotasi komoditas dapat menjadi konteks tambahan, tetapi hubungan langsung terhadap kenaikan 21,10% hari ini tetap inferensi.
Target 20 gerai dan pertumbuhan laba 10–15%
Manajemen menargetkan pembukaan sekitar 20 gerai baru pada 2026, pertumbuhan pendapatan sekitar 5%, dan pertumbuhan laba bersih 10%–15%. Rencana ekspansi memberi narasi bisnis terukur. Namun tidak ditemukan keterbukaan baru pada hari yang sama yang sendirian menjelaskan lonjakan 24,67%.
Pengunduran diri dirut berlanjut menjadi momentum
Direktur utama mengundurkan diri dan keputusan akan dibahas dalam RUPST 4 September. Perseroan menyatakan tidak ada dampak pada operasional, keuangan, hukum, atau kelangsungan usaha. Fakta tata kelola ini belum membuktikan nilai ekonomi tambahan; kenaikan lanjutan 17,65% lebih tepat dibaca sebagai momentum spekulatif.
Delapan lonjakan masih menunggu bukti
Keduanya mencapai +25%, tetapi kami belum menemukan keterbukaan material baru yang sebanding dengan lonjakan.
Pergerakan 15–16% terjadi tanpa katalis harian terkonfirmasi pada sumber yang diperiksa.
Likuiditas dan momentum tersedia; alasan fundamental spesifik belum dapat dikunci.
Belum ditemukan informasi baru yang cukup untuk menarik hubungan sebab-akibat.
BELI, BWPT, dan PTSP punya cerita terukur. Harga tetap bergerak lebih cepat.
BELI memimpin dari sisi pertumbuhan pendapatan, BWPT dari perbaikan laba dan neraca, sedangkan PTSP membawa rencana ekspansi. SQMI memiliki fakta baru tetapi dampak ekonominya ambigu. Delapan emiten lain masih berada di zona momentum tanpa katalis baru yang cukup kuat.
Bagaimana kami menyusun edisi ini
- Harga penutupanInvesting.com · Top Gainers Indonesia · 2 September 2026 ↗
- IHSGInvesting.com · penutupan dan rentang harian · 2 September 2026 ↗
- Validasi PTSPIDNFinancials · harga Rp1.415 pada 2 September 2026 ↗
- BELIIDXChannel · pendapatan semester I 2026 · 30 Juli 2026 ↗
- BWPTLaporan perusahaan dan Kontan · kinerja semester I 2026 · 30 Juli 2026 ↗
- PTSPKontan · target ekspansi 20 gerai pada 2026 · 19 Mei 2026 ↗
- SQMIKontan · pengunduran diri direktur utama · 1 September 2026 ↗
- Konteks globalReuters · minyak dan yield naik akibat tensi AS–Iran · 2 September 2026 ↗
Kami membandingkan penutupan dengan sesi sebelumnya, memeriksa sumber publik alternatif, lalu menelusuri informasi perusahaan dan media. Fakta, isu, dan inferensi dipisahkan. Materi ini bukan rekomendasi membeli atau menjual efek.